Rabu, 02 Januari 2008

92 Ha Sawah Korban Banjr Pasang Terima Bantuan

92 Ha Sawah Korban Banjr Pasang Terima Bantuan

BETARA- Akibat banjir pasang yang terjadi beberapa waktu lalu, sekitar 5 kelompok tani dari desa Teluk Sialang Kecamatan Betara harus pasrah dengan terendamnya sawah yang juga merupakan sumber mata pencaharian mereka. Bantuan bibit yang diberikan sebanyak 2,3 ton dari Anggota Komisi 1V DPR RI, Dra Hj Elviana M Si, tampaknya dapat membuat para kelompok tani tersebut tersenyum lega. Dalam kesempatan penyerahan bantuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tanjungjabung Barat, Ir Amdani menyebutkan 92 Ha lawan persawahan korban banjir pasang tersebut memerlukan paling sedikit 2,3 ton benih padi.”Kita cukup berterimaksih dengan bantuan ini, ada 5 kelompok tani yang harus gagal panen, dikarenakan banjir pasang tersebut. Sebelum pemberian bantuan ini, kita telah mendapatkan 190,6 ton bibit yang dianggarkan dari APBN yang terdiri dari kedelai, padi, dan jagung” ungkpanya melalui kata sambutan saat menghadiri acara pemberian bibit di Desa Teluk Sialang , Kamis (27/12).

Dalam kesempatan tersebut, Elviana juga menyebutkan bahwa Kabupaten Tanjungjabung barat sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jambi, seharusnya dapat menghentikan impor beras yang saat ini masih terus berjalan. “Ya, minimal kita bisa menghentikan impor beras untuk tingkat kabupaten bahkan provinsi kita” ungkapnya. Kondisi tersebut memang cukup berbanding terbalik, dari data yang disebut Amdani bahwa saat ini kabupaten Tanjungjabung Barat surplus beras hingga 1 746,6 ton.”Produksi gabah tahun ini sebanyak 66 154,6 ton dan dikonversikan menjadi produksi beras mencapai 40.346,6 ton. Sehingga dengan tingkat konsumsi beras di kabupaten barat yang hanya mencapai 39 600 ton, kita ( baca kabupaten Tanjungjabung Barat) masih mengalami surplusberas sebanyak 1 746, 6 ton” jelasnya melalui kata sambutan.

Banyak faktor yang menyebabkan kesejahteraan para petani belum dapat diperbaiki hingga saat ini. Kurangnya koordiansi dari berbagai pihak yang berwenang juga dikatakan Elviana sehingga para petani belum dapat mencicipi hasil jerih payahnya.”Akan timbul sebuah pertanyaan besar bagi kita semua, mengapa kondisi Tanjungjabung Barat yang sudah mengalami surplus beras ini tidak mampu mensejahtrakan para petani itu sendiri. Penyaluran distribusi beras ke pasaran yang belum terkoordinir, serta masih banyaknya para tengkulak membuat kita harus segera mencari solusi dalam pemecahan masalah tersebut” katanya menanggapi kondisi yang sering dialami oleh petani. Sementara itu, Amdani mengaku banyaknya kendala di lapangan khususnya kondisi geografis dan geografis yang mempersulit terwujudnya tujuan tersebut.”Kondisi pasang surut, juga membuat kita kewalahan dalam menerapkan teknologi pertaniuan terbaru yang dapat meningkatkan produktifitas. Selain itu, memang dibutuhkan sebuah kerjasama berkesinambungan antara pihak bulog dengan dispernak terkait dengan distributor hasil pertanian dari para petani” tukasnya saat di sela – sela Tanya jawab yang terjadi antara dirinya dengan beberapa kelompok tani tersebut.(ifa/vie)

Rincian Luas Sawah Kelompok Tani di desa Teluk sialang yang terendam oleh Banjir Pasang, buat table ya pak…

Kelompok tani Tunas Harapan : 12,8ha
Kelompok tani Tanah muda : 40 ha
Kelompok Tani tunas Baru : 27 Ha
Kelompok Tani berkat Usaha : 8,6 Ha
Kelompok Tani Harapan Jaya : 3,6 Ha.